Sastranesia Pers, Medan: Mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan Stambuk 2022 menampilkan monolog berjudul “Iblis Terkutuk” karya Nanda Darius di Ruang 68.02.01, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unimed, Senin (16/6/2025). Pertunjukan ini merupakan ujian akhir semester yang dibimbing oleh Dosen, Frisdo Ekardo, S.Sn., M.Sn.

Monolog “Iblis Terkutuk” disutradarai oleh Azis Muslim. Ia sukses membangun suasana magis dan mencekam melalui pemanfaatan properti seperti kain hitam, borgol, dan pencahayaan merah. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton yang mengapresiasi kekuatan cerita dan kemampuan akting yang disuguhkan.

Mahasiswa teruji, Des Tri Yanto, terpilih menjadi aktor tunggal dalam pertunjukan ini. Ia mengungkapkan bahwa monolog ini terinspirasi dari film Sewu Dino melalui karakter Dela yang menjadi role model-nya dalam membawakan peran bergenre horor. Ia berupaya menampilkan sesuatu yang berbeda dari pertunjukan pada umumnya, karena jarang ada pementasan yang mengangkat unsur horor, apalagi yang menyentuh isu SARA.

Ia juga menyampaikan pesan moral dari pertunjukan tersebut. “Drama ‘Iblis Terkutuk’ ini mengajarkan kita agar jangan mudah percaya dengan tipu daya muslihat dari iblis, sebab ia akan mengupayakan segala cara untuk menjebak seluruh umat manusia agar mau menuruti perintahnya dan jatuh ke dalam dosa,” ujarnya.

Salah seorang penonton mengungkapkan kesannya setelah menyaksikan pertunjukan. “Drama ini sangat menyentuh dan menegangkan. Saya tidak hanya terkesan dengan jalan cerita, tetapi juga dengan penampilan aktor yang berhasil menciptakan suasana horor secara meyakinkan,” ucapnya.

Pertunjukan mendapat apresiasi penonton karena tidak hanya menonjolkan akting, tetapi juga menyampaikan makna mendalam. Keberhasilan ini didukung persiapan matang Des Tri Yanto yang menguasai naskah, menyesuaikan mimik, gestur, dan suara untuk meyakinkan saat memerankan iblis yang menggoda dan memanipulasi manusia.

Reporter: Nehemia Diah Kristalia Sianturi
Editor: Tessa Anastasia Farasi