Film “Rumah Masa Depan” bercerita tentang kehidupan keluarga yang telah lama merantau di perkotaan. Mereka harus kembali ke kampung halaman karena salah satu anggota keluarganya meninggal dunia. Sayangnya, mereka tidak bisa kembali ke perantauan lantaran harus menyelesaikan masalah yang menimpa keluarganya. Film ini memiliki tokoh yaitu Sukri (Fedi Nuril) dan Surti (Laura Basuki) telah menjalani kehidupan di Jakarta selama bertahun-tahun. Terlebih setelah dikaruniai dua anak, Gerhana (Ciara Brosnan) dan Bayu (Bima Azriel).

Pembuatan film “Rumah Masa Depan” berakar pada keinginan untuk menghidupkan kembali sebuah cerita klasik indonesia yang relevan dengan berbagai isu kontemporer. Film ini merupakan adaptasi dari novel terkenal karya NH Dini dan serial televisi populer yang dirilis pada tahun 1980-an. Proyek film ini dirancang sebagai upaya untuk menyambungkan cerita lama dengan generasi baru, memperkenalkan tema yang pernah populer di era sebelumnya dengan pendekatan yang lebih modern.

Film ini menggambarkan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia yang sedang berada dalam masa transisi, dimana nilai nilai tradisional dan modern berusaha saling menyesuaikan. Film ini mencerminkan realitas dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Film ini juga memiliki nilai sosial yang relevan dengan masyarakat modern, dari pentingnya keluarga, kesetaraan, keberlanjutan, hingga pentingnya komunikasi beradaptasi terhadap perubahan. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan sehari hari, dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Film ini memiliki alur cerita yang lambat, membuat penonton bosan dan sedikit jenuh dengan durasi yang panjang kurang lebih selama 2 jam dengan plot yang terasa dipaksakan di akhir cerita.

Film “Rumah Masa Depan” cocok untuk penonton yang mencari drama keluarga yang menarik dan relevan dengan kehidupan nyata. Konflik antara mertua dan menantu yang ditampilkan dalam film ini dapat membuat penonton terhubung dengan setiap emosi yang ditampilkan.

Penulis:

1. Azura Sakhi Salsabila

2. Cony Carolin Sinaga

3. Fitri Zalita Dalimunthe

4. Sania Irmanda