Sumber: blogger.com

Seperti yang kita ketahui, di Sumatra Utara memiliki berbagai macam suku yang beragam, mulai dari suku Batak, Jawa, Melayu, Nias, Tionghoa, Minang, Aceh, dan lain-lain. Suku Batak sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam seperti Batak Toba, Karo, Angkola, Mandailing, Pak pak, Simalungun dan Batak Tapanuli. Sumatra Utara sangat identik dengan suku bataknya, mayoritas penduduknya bersuku batak. Terlepas dari keberanekaragaman suku di Sumatra utara, makanan khas dan kulinernya juga banyak dan tidak kalah menarik karena sangat beragam sekali, seperti salah satu kuliner khas dari Suko Karo yang bernama Cimpa Matah.

Cimpa matah adalah makanan khas suku Karo, bervariasi tergantung pada setiap individu. Namun, secara umum, banyak yang menganggapnya sebagai hidangan yang lezat dan khas dengan cita rasa yang unik dan beragam, terutama karena bumbu dan rempah-rempah yang digunakan dalam proses pembuatannya. Cimpa itu sebenarnya ada 3 jenis, ada cimpa unung, cimpa tuang, dan cimpa matah. Bedanya di cara penyajian dan pembuatan saja, kalau untuk cimpa unung disajikan pas ada acara adat Karo, cimpa tuang biasanya dijadikan oleh-oleh dari Karo, dan untuk cimpa matah dikonsumsi sehari tapi cimpa matah ini tidak dimasak makanya harus segera dihabiskan.

Cara membuat Cimpa Matah sangatlah mudah sekali tidak menggunakan api atau tidak di masak, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Cimpa Matah adalah beras, kelapa, lada hitam, gula merah dan garam sesuai porsi Cimpa Matah yang ingin dibuat. Alat membuatnya yaitu lesung atau penumbuk beras dan saringan. Pertama haluskan beras di lesung. Selanjutnya, setelah beras sudah menjadi tepung, giliran gula merah dan kelapa parut yang ditumbuk dalam lesung hingga menyatu. Setelah semuanya sudah halus masukkan beras yang sudah ditumbuk halus ke dalam lesung ditambah gula merah yang sudah dicampur dengan kelapa, lada hitam dan garam, lalu diaduk sampai merata semua. Selanjutnya masukkan lagi sisa tepung berasnya dan tambahkan juga gula merah yang sudah di campur dengan kelapa dan aduk lagi sampai merata dan setelah itu makanan siap di hidangkan.

Selain rasanya enak, masyarakat suku Karo menganggap Cimpa Matah sebagai makanan yang wajib. Makanan ini umumnya disajikan dalam acara-acara tertentu. Seperti acara syukuran rumah baru, pernikahan, perayaan 7 bulanan ibu hamil, di pesta adat pernikahan, kerja tahunan, merdang merdem dan lainnya. Cimpa ini jarang kali ditemukan di kota, lebih banyak di daerah Karo.





C001
Penulis: Remo Aditya Ananta Panjaitan
Editor: Riris Mariani Saragi