MEDAN, KBRN, 01 Maret 2025. Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJ Basastrasia) UNIMED, melalui program kerja divisi Sosial Pelayanan dan Pengabdian (Soselpa), kembali mengadakan program “HMJ Mengajar” sebagai kegiatan mingguan selama bulan Ramadhan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan kreativitas anak-anak di Rumah Literasi Ranggi, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan empat kali dalam sebulan, yakni dimulai sejak tanggal 1, 8, 15, dan 22 Maret 2025.
Ketua panitia HMJ Mengajar, M. Khoir Pahlepi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tambahan kepada anak-anak, terutama dalam bidang bahasa dan sastra, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Melalui HMJ Mengajar, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak-anak di Kota Medan. Kami berharap mereka dapat menambah wawasan, memahami pentingnya literasi, dan mampu menggunakan bahasa dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar M. Khoir Pahlepi pada hari pertama pelaksanaan.

Persiapan program ini cukup panjang dan penuh tantangan. Tim HMJ Basastrasia harus melakukan survei lokasi, mengurus perizinan, dan mempersiapkan materi pembelajaran dengan matang. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pelaksanaan di bulan Ramadan yang awalnya dikhawatirkan akan mengurangi antusias anak-anak. Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti, kenyataannya anak-anak tetap bersemangat mengikuti setiap sesi kegiatan.
Program ini melibatkan seluruh anggota HMJ Basastrasia UNIMED, yang berperan sebagai pengajar dan fasilitator dalam kegiatan ini. Ketua Yayasan Rumah Literasi Ranggi, Ibu Ranggini, mengapresiasi program HMJ Mengajar dan berharap dapat terus berkolaborasi. Beliau juga menceritakan bagaimana rumah literasi ini terbentuk dan ternyata sudah kurang lebih tiga tahun bekerja sama dengan UNIMED dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini.
“Saat pandemi COVID-19 tahun 2021, banyak anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan belajar daring karena keterbatasan gadget dan akses internet. Awalnya, tempat ini hanya sekadar tempat berkumpul biasa. Namun, saya berpikir untuk menjadikannya taman bacaan untuk anak – anak karena memiliki beberapa buku. Tantangannya adalah orang tua mereka khawatir akan isu penculikan yang marak saat itu. Kami pun berusaha membangun kepercayaan dengan mengajarkan anak-anak nilai-nilai dasar seperti meminta tolong, mengucapkan maaf, serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Perlahan, anak-anak mulai tertarik dan semakin banyak yang datang,” kata Bu Ranggini.
Saat ini, kegiatan literasi di Rumah Literasi Ranggi semakin berkembang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk UNIMED dan perguruan tinggi serta komunitas lainnya. Anak-anak yang ikut dalam program di rumah literasi ini berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga seluruh kegiatan diberikan secara gratis, termasuk sesi konsultasi bagi orang tua mengenai hak pendidikan anak mereka.
Respon anak-anak terhadap kegiatan ini sangat positif. Mereka begitu antusias mengikuti sesi membaca, belajar sambil bermain, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya dari abang-kakak panitia HMJ Mengajar. Mereka juga tampak semakin semangat karena diberikan hadiah kecil-kecilan sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan antusiasnya selama kegiatan berlangsung.
HMJ Basastrasia berharap program HMJ Mengajar dapat terus berlanjut setiap tahun dengan konsep yang lebih menarik dan bermanfaat. Pihak Rumah Literasi Ranggi juga berharap adanya kolaborasi yang lebih erat antara HMJ Mengajar dan Rumah Literasi untuk terus meningkatkan literasi anak-anak dari keluarga kurang mampu, demi memastikan hak pendidikan dapat dirasakan oleh semua anak tanpa terkecuali.
Penulis: Adira Cahya
Reporter dan Editor: Adibah Agustini
Fotografer: Mory Nadia Ompusunggu



