Ada frasa bagus dalam bahasa Latin, yaitu“Dum Spiro Spero” yang artinya adalah “Selama saya bernapas, saya punya harapan”. Perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta cukup melelahkan. Kami menempuh perjalanan selama 8 jam berangkat dari stasiun Kiaracondong ke stasiun Lempuyangan. Ada cerita yang membuatku ketar-ketir. Saat itu, aku membawa koper berukuran 6 inch, ketika ingin menarik tuas koper, tuas kopernya ternyata patah, HAHA. Tapi masih bisa digunakan meskipun urusanku semakin ribet. Pergerakanku melambat akibat tuas koper itu patah padahal orang-orang sudah mengantri dan juga buru-buru. Di dalam kereta api pun, juga ada sedikit problematikanya. Karena perjalanan yang harus kami tempuh selama 8 jam cuy, kursi kereta api lurus, tegak, spasi antara kursi yang berhadapan juga sempit, kebayang dong pegal-pegal nya gimana? HAHAHA nangis banget nahannya. Sebenarnya bisa banget tidur, tapi malah jadi pusing, selain itu juga tidur jadi kurang nikmat karena situasinya begini.
Setelah 8 jam sudah ditempuh, kami sujud syukur banget. Akhirnya sampai di kota tujuan. Di stasiun Lempuyangan, kami sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan, kami berangkat menuju penginapan yang letaknya tak jauh dari UGM (Universitas Gadjah Mada). Sanpai di penginapan, kami istirahat sambil bersih-bersih diri. Lanjut sampai sore, kami mulai jalan-jalan sekitaran penginapan saja untuk membeli makan malam. Hari kedua di Jogja, kami memburu oleh-oleh untuk sanak dan saudara kami di kota asal. Kami menuju Teras Malioboro 2 yang berada di jalan Malioboro untuk membeli oleh-oleh. Mulai dari tas, kaos, daster, dan kue-kue ringan. Lanjut, ternyata sudah sore akhirnya kami pulang untuk beristirahat. Malamnya, kami pesan mie gacoan melalui ojek online.
Hari ketiga di kota Jogja, kami singgah ke Warung Kopi Klotok, Cafe Favor Patisserie Pizzeria & Eatery, Cafe Kebon Ndalem, Universitas Gadjah Mada, dan Tugu Jogja yang tidak jauh letaknya dari Cafe Kebon Ndalem. Setelah mengeksplor tempat-tempat tersebut, kami langsung menuju ke penginapan untuk bersih-bersih dan makan malam. Malamnya kami memesan nasi goreng disekitaran penginapan. Hari ke-empat, kami menuju Candi Prambanan kemudian kembali menyinggahi Teras Malioboro 1 untuk mencari oleh-oleh lagi HIHIHI. Setelah berkunjung ke Teras Malioboro 1, kami langsung menuju penginapan untuk bersiap-siap merapikan barang-barang untuk pulang ke Bandung (Dormitory Universitas Pendidikan Indonesia). Hari ke-lima, menjelang sore, kami menuju stasiun Lempuyangan. Sambil menunggu boarding, kami makan malam di depan stasiun Lempuyangan. Tak terasa, sudah saatnya untuk kami boarding menuju stasiun Kiaracondong, sesudah sampai di Bandung kami menghadiri acara Pelepasan PMM BATCH 3 UPI.
B002
Penulis : Salsabillah Luthfiyyahningtyas
Editor: Marini Pardede



