Sumber: Sultan Rasyid Hamonangan Hasibuan

Sejumlah mahasiswa Pertukaran Merdeka asal Universitas Negeri Medan berkesempatan untuk mencicipi Papeda, makanan khas Maluku Utara, yang terletak di Kelurahan Sangaji RW 04 Ake Ga Ale. Kegiatan ini merupakan bagian dari aktifitas Modul Nusantara di Universitas Khairun yang berjudul “Mengenalkan Masakan Tradisional Maluku Utara yaitu Papeda dan Makanan Saro-Saro”. Modul Nusantara adalah mata kuliah wajib yang harus dilaksanakan setiap mahasiswa pertukaran di hari Sabtu ataupun Minggu. Kegiatan ini nantinya akan direkam ke dalam Logbook mingguan mereka.

Sumber: Sultan Rasyid Hamonangan Hasibuan

Melalui wawancara singkat dengan Ibu Rohani Sidangoli dari Catering Azuhra, dijelaskan bahwa Papeda adalah makanan tradisional orang-orang bagian Timur, di Maluku Utara. Terdapat dua jenis Papeda, yakni papeda yang terbuat dari ubi dan papeda yang terbuat dari tepung sagu. Papeda ini sendiri tidak lengkap jika memakan Papeda tanpa kuah. Berbagai macam bumbu juga ikut serta dalam pembuatan Papeda, seperti bawang merah, bawang putih, cabe dan kunyit. Tidak lupa juga bila ditambah dengan ikan, rasa Papeda akan semakin gurih dan lezat. Untuk opsi lauk tambahan dapat kita iringi dengan pisang goreng atau sagu lempeng.

Sumber: Sultan Rasyid Hamonangan Hasibuan

Rasa papeda itu kenyal-kenyal seperti Mochi atau Agar-agar dengan tekstur yang lembek sekali. Tidak sedikit juga yang kurang menyukai makanan ini dikarenakan tidak bisa menelan langsung atau ada juga yang terasa jijik memakannya karena menurutnya seperti memakan ingus, namun itulah yang menjadi keunikan makanan ini. Kuah Papeda yang digunakan terasa pedas, asam, dan gurih sekali. Tak luput juga sagu lempeng yang dimakan dengan cara dicelupkan di atas kuah. Sama halnya dengan pisang goreng yang dimakan bersama kuah ataupun sambal.



Kontributor Penulis: Sultan Rasyid Hamonangan Hasibuan
Editor: Rosa Putri Theresia Sinaga